ada banyak rasa saat coding. ada keringat dan air mata dalam mencoding. keringat saat kau berusaha menyelami makna dalam setiap ilmu coding. dan air mata disaat tiada orang yang dapat membantumu, ketika program dalam keaadaan bugging. apapun rasa dalam mencoding. cobalah untuk mengerjakan sendiri. sampai kau bisa. dan benar-benar bisa.

Saturday, 28 September 2013

String Matching - Using Brute Force and Horspool Algorithm

Implementasi Brute Force Algorithm

Algoritma :
Algoritma Bruto Force untuk String Matching saya ambil dari Buku Levitin Bab 3.2. berikut adalah algoritmanya
ALGORITHM BruteForceStringMatch(T[0..n1],P[0..m1])
//Implements brute-force string matching
//Input: An arrayT[0..n−1] of n characters representing a text and
// an array P[0..m−1] of m characters representing a pattern
//Output: The index of the first character in the text that starts a
// matching substring or−1 if the search is unsuccessful
fori 0 to nm do
j0
while j<m and P[j]=T[i+j] do
jj+1
if j=m return i
return1

Implementasi Program (source code):
#include<iostream>
#include<cstdlib>
#include<string>

using namespace std;

int main()
{
 //input
 string pattern;
 string text;

 //output
 int i, ketemu;

 int j;

 cout << "Masukkan Text : " << endl;
 getline(cin, text); 
 cout << endl;

 cout << "Masukkan Patern" << endl;
 getline(cin, pattern);
 cout << endl;

 int m = pattern.size();
 int n = text.size();

 for(i=0; i<n-m+1; i++)
 {
  j=0;
  //cout << "hai"<< endl;
  while( j<m && pattern[j]==text[i+j])
  {
   j++ ; //cout << "hei"<< endl; 
  }
  if(j==m) break;
 }
 //cout << j << endl;
 if(j==m) cout << "String cocok pada indeks Text ke " << i << endl;
 else cout << "STring tidak ditemukan" << endl;
  

 system("pause");
 return 0;
}

Penjelasan Program :

Input adalah sebuah string Text yaitu string yang berisi kalimat dan sebuah string pattern, yaitukata yang akan dicari dari Text tersebut.
Output adalah sebuah indeks pada Text yang cocok dengan huruf pada string pattern tersebut

cout << "Masukkan Text : " << endl;
       getline(cin, text);
       cout << endl;

       cout << "Masukkan Patern" << endl;
       getline(cin, pattern);
       cout << endl;

kemudian kita lakukan bruto force, yaitu dengan mengecek setiap indeks I pada Text apakah terdapat huruf yang sama dengan huruf –huruf pada pattern. Pengecekan dilakukan setiap huruf pada pattern, bila huruf pertama sama maka akan dilanjutkan mengecek ke huruf pattern selanjutnya. Bila mismatch, maka akan terjadi shift satu ke kanan.
int m = pattern.size();
       int n = text.size();

       for(i=0; i<n-m+1; i++)
       {
              j=0;
              //cout << "hai"<< endl;
              while( j<m && pattern[j]==text[i+j])
              {
                     j++ ; //cout << "hei"<< endl;    
              }
              if(j==m) break;
       }

Jika jumlah huruf yang sama dengan pattern adalah sebesar jumlah huruf pada pattern, maka akan keluar output indeks letak huruf paling kiri pada text yang sama dengan pattern. Jika tidak, maka akan keluar -1 atau disini saya tampilkan “string tidak ditemukan”
       if(j==m) cout << "String cocok pada indeks Text ke " << i << endl;

       else cout << "STring tidak ditemukan" << endl;



Implementasi Horspool Algorithm

Algoritma :
Algoritma Horspool untuk String Matching saya ambil dari Buku Levitin Bab 7.2.2. berikut adalah algoritmanya


ALGORITHM ShiftTable(P[0..m1])
//Fills the shift table used by Horspool’s and Boyer-Moore algorithms
//Input: PatternP[0..m−1] and an alphabet of possible characters
//Output:Table[0..size−1] indexed by the alphabet’s characters and
// filled with shift sizes computed by formula (7.1)
fori 0tosize1doTable[i]m
forj0tom2doTable[P[j]]m1j
returnTable

ALGORITHM HorspoolMatching(P[0..m1],T[0..n1])
//Implements Horspool’s algorithm for string matching
//Input: PatternP[0..m−1] and textT[0..n−1]
//Output: The index of the left end of the first matching substring
// or−1 if there are no matches
ShiftTable(P[0..m1]) //generateTableof shifts
i m1 //position of the pattern’s right end
whilein1do
k0 //number of matched characters
whilekm1andP[m1k]=T[ik]do
kk+1
ifk=m
returnim+1
elsei i+Table[T[i]]
return1

Implementasi Program(source code) :


#include<iostream>
#include<string>
#include<cstdlib>

using namespace std;

//inisialisasi global sebuah tabel sebesar banyaknya huruf alfabet
int tabel[26];

//fungsi tabel yang menyimpan banyaknya shift
int* shiftTable(string pattern)
{
 int m = pattern.size(); //menghitung jumlah panjang pattern
 for(int i=0; i< 256; i++ ) //setiap indeks pada tabel diisi dengan besar panjang pattern
 {
  tabel[i]=m;
 }
 for(int j=0; j< m-1; j++) //untuk mengisi besar shift setiap huruf pada pattern
 {
  tabel[pattern[j]]=m-1-j;
 }
 return tabel;

}

//fungsi horspool
int horspool(string pattern, string text)
{
 shiftTable(pattern); //memanggil fungsi shift table

 int m = pattern.size(); //menghitung panjang string pattern
 int n = text.size(); //menghitung panjang string text

 int i,k;

 i = m-1;

 while(i <= n-1)
 {
  k=0;
  while( k<= m-1 && pattern[m-1-k]==text[i-k] ) //jika huruf pada indeks pattern sama dengan 
  {           //indeks huruf pada Text
   k++ ;

  }
  if(k==m) //apabila jumlah k sama dengan jumlah pattern
  {
   return i-m+1; //menampilkan indeks pada string Text
  }
  else
  {
   i = i + tabel[text[i]];
  }
 
 }
 return -1;
}
int main()
{
 string pattern;
 string text;

 cout << "masukkan Text : " << endl;
 getline(cin, text);
 //cout << text << endl;
 cout << endl;
 cout << "masukkan Pattern : " << endl;
 getline(cin, pattern);
 //cout << pattern << endl;

 int cek = horspool(pattern, text);
 cout << endl;
 //cout << cek;
 if (cek == -1 )
 {
  cout << "String tidak ada " << endl;
 }
 else
 {
  cout << "String cocok dengan Text pada indeks ke : " << cek << endl;
 }

 system("pause");
 return 0;
}

Penjelasan Program :

Pertama membuat shift table terlebih dahulu, yaitu sebuah array integer yang menyimpan informasi berapa jumlah shift bila terjadi mismatch. Untuk shift selain huruf yang ada di pattern, maka akan di default besar shift sejumlah size pattern tersebut

Untuk pengisian shift huruf pada patern yaitu dimulai  dengan aturan m-1-j; m adalah lebar pattern, dan j adalah posisi huruf tersebut pada pattern
int* shiftTable(string pattern)
{
       int m = pattern.size(); //menghitung jumlah panjang pattern
       for(int i=0; i< 256; i++ ) //setiap indeks pada tabel diisi dengan besar panjang pattern
       {
              tabel[i]=m;
       }
       for(int j=0; j< m-1; j++) //untuk mengisi besar shift setiap huruf pada pattern
       {
              tabel[pattern[j]]=m-1-j;
       }
       return tabel;

}

Sama dengan algortima bruteforce sebelumnya, namun disini kaidah shift nya tidak mencoba satu-satu setiap huruf yang ada pada Text, melainkan berdasarkan table shifTable yang telah dicari sebelumnya. Sehingga setiap huruf mempunyai shift tersendiri berdasarkan perhitungan.

int horspool(string pattern, string text)
{
       shiftTable(pattern); //memanggil fungsi shift table

       int m = pattern.size(); //menghitung panjang string pattern
       int n = text.size(); //menghitung panjang string text

       int i,k;

       i = m-1;

       while(i <= n-1)
       {
              k=0;
              while( k<= m-1 && pattern[m-1-k]==text[i-k] ) //jika huruf pada indeks pattern sama dengan
              {                                                                          //indeks huruf pada Text
                     k++ ;

              }
              if(k==m) //apabila jumlah k sama dengan jumlah pattern
              {
                     return i-m+1; //menampilkan indeks pada string Text
              }
              else
              {
                     i = i + tabel[text[i]];
              }
      
       }
       return -1;

}

Friday, 27 September 2013

"Citty Ville" - My Best Game Ever (review)

Alasan menjadi My Favorit game :)
Hai, saya akan memperkenalkan sebuah game favorit saya, yaitu "Citty Ville". "Citty Ville" kini menjadi bagian favorit game saya karena permainanya mudah, menyenangkan, tidak membosankan dan penuh imajinatif. Selain itu, game ini memiliki desain gambar yang lucu, variasi tantangan dan level, serta adanya sistem "high Level" yang membuat para pemainnya untuk berlomba-lomba menaikkan level mereka.

Menjadi Walikota adalah cita-cita saya, oleh karena itu dalam game Citty Ville ini sangat menarik hati saya, dimana setiap player akan bertindak sebagai Walikota sebuah kota impiannya. sehingga mereka dapat membangun dan mengelola kota impiannya tersebut.

Game ini mewakili asa dan angan-anganku :) 
Citty Ville Menjadi Daftar Favorit dalam akun facebook :)


Tentang Citty Ville

Citty Ville merupakan sebuah permainan online yang mengusung tema simulasi membangun kota, konstruksi dan manajemen kota. Citty Ville adalah game yang diproduksi oleh Perusahaan Zynga.
Didalam permainan ini, memungkinkan kita untuk menjadi walikota di sebuah kota virtual, dimana kita diberi tugas untuk membangun dan mengawasi perkembangan kota agar kota yang semula kecil menjadi sebuah kota metropolitan yang besar. Pemain dapat menciptakan pembangunan-pembangunan seperti perkantoran, pertokoan, perumahan, apartemen, dan juga pabrik. Selain membangun gedung dan bangunan lainnya, pemain dapat menanam tanaman di kebun sebagai bahan pembangunan. Pemain juga dapat mengunjungi kota tetangga yang tidak lain adalah teman facebook mereka.

Klasifikasi
spesifikasi game "Citty Ville" :
GENRE : Social game sekaligus Construction and Management Simulation game. Citty Ville merupakan game yang dimainkan secara online pada sebuah media sosial dan merupakan sebuah simulasi konstruksi dan manajemen dalam membangun sebuah kota
THEME : Simulasi
PLATFORM : Web game --> Facebook canvas
ERSB RATING : - 
STATS RATING : 100 Million Active Users Every Month
Monthly Active Users (Count By SocialBakers | Aplication Statistic and Facebook Developer)

Daily Active Users (Count By SocialBakers | Aplication Statistic and Facebook Developer)
Monthly Active Users in SEPTEMBER 

AGE LIMITATION : Everyone (10+)

Aturan Main

CityVille menggunakan sistem pembatasan energi, pemain diajak untuk dapat mengatur strategi agar dapat menggunakan energi tersebut semaksimal mungkin.
Dengan menggunakan sistem material, beberapa bangunan yang hendak dibangun oleh pemain membutuhkan bantuan dari pemain lainnya.
Sistem mata uang yang digunakan ada dua, yaitu koin dan kas. Koin adalah mata uang untuk menjual dan membeli barang-barang umum dan koin juga merupakan mata uang ketika pemain mendapatkan hasil dari bangunan. Kas merupakan mata uang digunakan untuk membeli barang-barang esklusif dan untuk membayar material ketika pemain enggan untuk meminta tolong pada pemain lainnya.
Sistem lain yang digunakan didalam permainan ini adalah sistem waktu. Ketika pemain menanam tanaman, memesan pasokan, dan berlayar, ada syarat waktu yang ditentukan oleh CityVille sampai pemain bisa mendapatkan pasokan mereka

Nilai Edukasi

a. Melatih daya kreasi dan estetika merancang sebuah kota
b. Sambil belajar tentang tata letak kota
c. Melatih jiwa enterprenur atau wirausaha dalam mengembangkan gedung-gedung usaha dan toko yang ada di kota

Game dinilai dari Realitas Random

a. Adanya pencuri dan bandit yang berkeliaran disekitar kota
b. Adanya musim dan cuaca yang berubah-ubah tergantung bulan. Bila musm hujan tiba, maka kota kita akan hujan dan penduduk disekitar kota akan memakai payung
c. Adanya kunjungan para turis yang berasal dari luar kota. Turis-turis tersebut mengelilingi kota menggunakan minibus

Game dinilai dari realitas Sebab Akibat
a. Untuk memiliki pendapatan kota, maka kita harus pandai mengolah usaha, seperti : mengambil pajak dan sewa rumah penduduk, membangun gedung usaha atau toko, dan menanam tanaman di kebun
b. Jika kota tidak dilengkapi kantor polisi, maka akan banyak bandit dan pencuri saat kita sedang offline

Game dinilai dari Realitas Fakta
a.   Bangunan yang dibangun mendekati fakta
b. Para penduduk membayar pajak rumah atau biaya sewa rumah
c. Gedung usaha dan toko akan menghasilkan pendapatan untuk kota
d. Gedung usaha dan toko-toko membutuhkan bahan baku yang diambil dari gudang
e.  Gudang milik kota merupakan simpanan hasil-hasil panen kebun
f.  Kota virtual pada Citty Ville dirancang mendekati kota pada faktanya, yaitu seperti membutuhkan dibangunnya alat-alat kota yaitu gedung pemerintahan, kantor pos, kantor polisi, kantor paspor dan lain-lain
g. Kota memiliki tempat wisata dan tempat bermain yang menghasilkan banyak pengunjung
h. Semakin mewah fasilitas rumah, gedung, atau tempat wisata maka semakin mahal juga biaya pembelian dan pembangunannya
i. Untuk pembelian tanah membutuhkan sejumlah uang dan beberapa dokumen

Game dinilai dari realitas Fisika dan Biologi

a. Jika musim hujan tiba, maka akan turun rintik hujan di kota
b. Jika tanaman di kebun tidak segera dipanen, maka tanaman akan busuk dan layu

Screenshoot Kota Kecil Ayu di "Citty Vile"
Kota kecil Ayu
Membangun gedung


Pemberitahuan munculnya Bandit dalam kota
















Pertolongan teman dari kota tetangga
Panen hasil perkebunan
Mendapatkan penghasilan dari gedung-gedung usaha dan toko-toko
Area alat-alat kota seperti gedung pemerintahan, kantor paspor, gedung cuaca, kantor polisi, dan sebagainya
Area Pertokoan, Restoran, dan gedung-gesung usaha
Wahana permainan dan tempat wisata kota yang dekat di daerah pegunungan 
Area Pemukiman, Perumahan, dan Villa mewah
Kota Metropolitan (Pusat Kota) yang masih dalam tahap pembagunan
Sistem tantangan yang terdapat di Citty Ville

Play Demo Game



direview oleh :

Ika Ayu Rahmania Islam
nrp. 5111100201
Pembuatan Game B

Ayu Fow | Buat Lencana Anda

Saturday, 7 September 2013

Izinkan Aku untuk Memilih, Tuhan

Usiaku kini tak muda lagi. Kawan-kawan dan sanak saudara sepupuku sudah melalaui masa-masa paling indah dalam hidupnya, bertemu di janur kuning dengan jodohnya. Aku, masih sendiri.
Aku turut bahagia, melihat mereka kini sudah menemukan cinta sejatinya. Diantara mereka juga ada yang sudah memiliki putra-putri kecil nan lucu. Dan dalam ramainya malam keakraban bersama kawan, aku sosok wanita yang berdiri sendiri diantara pesta.

Kini aku tinggal dengan Ibuku yang sudah lanjut usia. Beliau telah melewati lebih dari setengah abadnya, menyusuri liku-liku kehidupan. Ibu banyak mengajarkan aku tentang hakikat kehidupan, cara bertahan di alam semesta, dan tentang cinta. Tapi tak sedikit Ibu selalu berperan dalam menentukan pilihan dalam hidupku.

Aku teringat akan masa kecilku, saat aku masih berada di bangku sekolah dasar. Saat itu adalah masa-masa kecil bagi seorang manusia untuk dapat menikmati cinta kasih sayang dari kedua orang tua. Pergi ke sekolah diantar dengan Ayah atau Bunda. Dan sepulang dari sekolah, anak-anak dapat bercerita tentang bagaimana suka duka harinya disekolah.Tetapi aku tidak dapat merasakan seperti apa yang anak-anak dapat rasakan saat itu. Aku pergi dan pulang dari sekolah dengan mengayuh sepeda kaki. Lalu sesampainya dirumah, aku hanya dapat menyimpan segala pertanyaan yang terlintas saat aku belajar disekolah. Tidak ada tempat untuk bertanya, atau bahkan bercerita. Ibu sedang sibuk bekerja dan ayah yang hidup terpisah dengan kami, entah beliau sedang berada dimana.

Di usia itupun, aku telah menjuarai beberapa kejuaraan melukis. Medali terakhirku di kancah Nasional yang kupajang di almariku, adalah lukisanku yang terinspirasi dari rasa rinduku yang mendalam kepada Ayah. Aku selalu menyimpan medali-medaliku dalam almari itu. Berharap, kapanpun Ayahku kembali, beliau akan sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih putrinya. Sayangnya, sampai rambutku telah berwarna dua hitam dan putih menuju abu-abu, Ayah tak kunjung juga kembali. Mungkin, medali-medali itu cukup menjadi bukti cintaku kepada Ayah ataukah hanya menjadi kenangan kikisan rindu yang tak pernah tersampaikan.

Aku pun menuliskan cita-citaku dalam sanubari untuk menjadi seorang pelukis. Setiap hari aku melukis potret wajah seseorang. Memajangnya dalam dinding-dinding yang dingin dan lembab, hingga menghiasi seluruh ruangan. Namun, seindah apapun lukisan itu, Ibu tetap tidak menyukainya. Ibuku tidak menyetujui jika putri kecilnya itu ingin menjadi seorang pelukis. Ibu menginginkan anaknya untuk menjadi seorang dokter. Aku pun menuruti Ibu.

Beberapa tahun menginjak kedewasaan, aku merubah cita-citaku menjadi seorang dokter. Meski berat namun cita-cita inilah yang mengajakku untuk belajar lebih giat. Setiap hari aku berlatih terlebih dahulu tentang materi yang akan diajarkan oleh bapak ibu guruku. Membaca-baca pengetahuan yang seharusnya belum dimiliki oleh siswa pada umumnya. Memupuk semangat dan mimpi-mimpi indah, hingga cita-cita mulia menjadi dokter itu kini sudah mendarah daging. Mewarnai setiap hariku dan larut dalam setiap doaku, agar kelak aku dapat menjadi dokter yang dermawan di area medan perang dan korban bencana alam. Itu mimpiku. Aku pun menghiasi keindahan dalam masa remajaku dengan beberapa kejuaran olimpiade biologi, hingga mengharumkan almamaterku. Namun, sehebat apapun prestasiku dibidang biologi, Ibu tetap tidak menyukainya. Ibuku pada akhirnya tidak ingin bila putrinya menjadi seorang dokter. Ibu menginginkan anaknya untuk menjadi seorang insinyur. Aku menuruti Ibu.

Akhirnya aku menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang telah mencetak insinyur-insinyur cerdas di tanah airku. Disana aku mulai menghadapi beberapa rintangan. Aku terlihat paling bodoh diantara teman-temanku. Aku terlihat paling bejalan lambat dalam belajar. Mereka, teman-temanku, adalah mahasiswa yang memiliki kemampuan lebih didalam bidang analitik perhitungan dan logika. Ada juga diantara mereka yang sudah bertahun-tahun sejak disekolah telah menjuarai kejuaraan olimpiade komputer dan matematika. Tetapi tidak pada diriku, aku sangat berbeda dengan mereka. Aku sangat pandai menghafal dan rajin menulis. Aku selalu mendapatkan A dalam bidang pengetahuan alam dan biologi. Aku sangat mencintai dunia kesehatan dan sistem kerja fisiologi dan anatomi tubuh. Aku tidak pernah mendapatkan passion selama perkuliahanku. Karena inilah bukan pilihanku. Aku terpaksa mati, dan tenggelam dalam kerasnya persaingan kehidupan kampus.

Pada masa-masa perjuangan itu, aku bertemu dengan seseorang yang menjadi cinta pertamaku. Seorang pria yang sudah lama menjadi temanku, namun Ia baru mengungkapkannya setahun sebelum aku wisuda dari bangku perkuliahanku. Ia memang pria yang telah lama kucintai, jauh sebelum aku mengenalnya. Aku telah banyak menghabiskan waktu bersamanya, hingga lengkap senyum dan air mataku karnanya.

Suatu saat, aku memperkenalkan pria itu kepada Ibuku. Pria cinta pertamaku yang kuharapkan juga menjadi cinta terakhirku. Kukenalkan ia pada Ibu di hari itu. Ibu menyambutnya dengan ramah dan sepertinya terlihat bahwa Ibu telah menerimanya. Aku merasa bahagia mengetahui hal itu, walaupun dalam satu sisi dihatiku masih ada keraguan bahwa Ibu akan benar-benar menerima pria yang kucintai itu. Dan setelah lima tahun lamanya aku menjalani kisah bersamanya, akhirnya pria itu datang untuk melamarku.

Aku tidak dapat memberikan keputusan secara langsung kepadanya saat itu, karna aku harus menunggu keputusan Ibuku. Aku mendekati Ibuku dan menanyakan akan keputusan Ibu. Ibu terdiam. Begitu lama terdiam. Hingga aku memanggil Ibu berulang kali.
"Bu, apakah boleh aku menerimanya? aku sudah sangat menyayanginya, Bu?"
Ibu masih terdiam.
Setelah beberapa waktu aku menanyakannya kembali kepada Ibu, "Ibu,.. apakah Ibu tidak suka terhadap pria yang telah kucintai itu?"
Ibu masih terdiam.
Dengan mengehembuskan nafas panjang, Ibu mulai menjawab. 
"Nak, aku akan memperbolehkanmu dengan siapa saja, asalkan kau telah menuntaskan studimu di jenjang Magister di Jerman". itu jawabanmu.
Aku terdiam. termenung seketika disaat itu. Sungguh pilihan yang sangat berat. Aku tahu dibalik itu Ibu masih belum menyetujui atau bahkan belum bisa menerima pria yang datang melamarku itu. Meski dengan kata 'tidak', tapi inilah penolakan pertama Ibu yang paling membuatku amat bimbang. Ibu memang menolaknya dengan halus, hingga berkata 'tidak' saja, Ibu memberikan persyaratan kepadaku agar terlebih dahulu mengenyam bangku magister di negeri orang, Jerman.

Sungguh sulit bagiku untuk mengatakan kepadanya. Sungguh aku tak mampu untuk mengungkapkannya. Dia, pria pertama yang mampu membuat aku belajar cinta yang tulus, dimana aku mencintainya tanpa sebuah alasan. begitu murni.
"Dinda, Aku akan menunggumu sampai engkau selesai menempuh studi S2 mu di Jerman. Aku mencintaimu", Ia mengatakannya padaku. Rupanya Ia bersedia menungguku, saat itu. Pria itu lalu memelukku dengan sangat erat sambil mengucapkan perpisahan dan janji untuk slalu menungguku.

Kisah ceritaku bersamanya yang telah kubina selama lima tahun, akhirnya harus terhenti ketika aku harus menempuh studiku magister di Jerman. Aku menuruti Ibu.

3 Tahun Kemudian
aku kembali ke Indonesia. Aku bertemu Ibuku. Aku memeluk erat Ibuku. Aku sangat bahagia melihat beliau menyambutku dengan begitu bahagia di bandara, melihat putrinya telah berhasil menempuh pendidikan di luar negeri. Aku juga tak hanya berkuliah disana, tetapi juga mencoba bekerja di salah satu perusahaan teknologi disana. Bukan hanya bangga karena aku telah berhasil menuntaskan studiku disana, tetapi aku juga sangat bahagia karna inilah saatnya aku bisa bertemu kembali dengan sosok pria yang kucintai itu.

Sesampainya di rumah, aku memasuki kamar tidurku. Di atas mejaku, aku menemukan banyak undangan pernikahan dari kerabat-kerabat dan teman-teman lamaku di masa perkuliahan. Ibu menaruhnya dalam satu kotak. begitu banyak undangan-undangan itu, hingga aku tak bisa membacanya satu persatu.

hingga suatu hari, seorang tukang pos mengirimkan surat undangan pernikahan dari salah satu teman perguruan tinggiku. Bella, namanya. Bella adalah sahabat karibku di saat perkuliahan. dengan merasa amat bahagia, aku berniat untuk menghadiri pesta perkawinan sahabat lamaku itu. Aku mempersiapkan gaun pesta terindah dan cidera mata yang unik dan spesial untuk Bella.

Pukul tujuh malam waktu berjalan, aku memasuki resepsi pernikahan Bella. Bella dan Mas Yanto, mempelai di pernikahan itu. Aku memberinya ucapan selamat dan mendoakannya agar menjadi keluarga yang sakinah dan berbahagia. Para tamu undangan Bella pun merupakan teman-teman satu almamater kampus. Kami merasa seperti reuni. Banyak diantara mereka yang datang dengan menggandeng pasangannya. Ada juga diantara mereka yang mengajak buah hatinya, yang begitu putih seperti kertas tanpa noda.

Kami berbincang-bincang satu sama lain. Memperkenalkan diri masing-masing yang dalam keadaan yang lebih baik. Ada yang menjadi direktur, ada yang menjadi pegawai pemerintah, bahkan ada yang menjadi alim ulama di suatu pesantren. Dan ketika kutemui sosok seorang, yang tak asing dihati dan jiwaku. Dia. Pria itu. 

Dia, Pria itu.

Sosok pria yang telah kucintai lebih dari aku mengenalnya. Seorang pria yang telah menjalani lima tahun bersamanya. Dan sosok seorang pria yang telah datang melamarku delapan tahun lalu sebelum aku berangkat ke Jerman, kini Ia duduk didampingi oleh seorang wanita yang menggedong seorang balita. Dia, sudah ada yang memilikinya. Pria yang telah berjanji untuk menungguku selama aku menempuh studi di Jerman, sekarang telah menikah tanpa aku tahu kapan Ia memberitahuku detik waktunya.

Ia begitu bahagia, tertawa sambil duduk menemani keluarga kecilnya di pesta itu. Sementara aku disini, diam duduk membisu. Tak terasa, air mata ini pun jatuh mengalir, membahasi pipiku. Tak mau berhenti. Ia mengalir sesuka hatinya. Sampai pria itu menyadari keberadaanku.

Ia tertegun, terkejut melihat kehadiranku, yang sudah datang ke Indonesia. Ia pun berdiri mengajak istinya untuk menghampiriku. Dengan senyumannya yang penuh wibawa, ia menjabat tanganku
"Dinda, perkenalkan ini istriku Seli, dan ini anakku Rudi"
aku menjabat tangannya. Dan langsung teringat betapa hangatnya Ia memelukku saat itu, saat sebelum aku meninggalkan indonesia. Aku sungguh tak tahu, jika pelukan itu adalah pelukan terakhir yang kumiliki sebelum aku melanjutkan pendidikan di Jerman

Setelah menjabat tanganku itu, Ia pun pergi meninggalkanku, seperti sebelumnya tidak pernah mengenalku. Seperti diantara aku dan dia tidak pernah memiliki kisah apapun. Seperti aku dimatanya adalah bukan siapa-siapa. Bukan seseorang yang pernah mengisi hatinya. Aku bukanlah siapa-siapa.

Aku menangis. menangis kencang meninggalkan pesta itu. Aku pulang menuju rumah dan segera memeluk Ibuku.
"Ibu.... Ibu....." tangisku
"Kenapa, nak ? "
"Bu,... pria yang kucintai itu Bu. Pria yang datang melamarku dulu. Tadi datang ke dalam pesta perkawinan temanku. dan menjabat tanganku. lalu memperkenalkan istri dan anaknya kepadaku.
Aku siapa Bu, setelah lima tahun kujalani suka duka bersamanya.
Lalu hanya kutinggalkan tiga tahun untuk mendapatkan restumu, Ibu.
Ibu......"

Harapanku telah sirna sudah. aku berharap  dengan kepulanganku setelah menempuh studi itu aku dapat meraih restu Ibuku, ternyata tidak. Aku mendapatkannya lebih dari apa yang aku duga, setelah tiga tahun lamanya aku bersusah payah menimba ilmu di negeri orang, menuruti perintah Ibu. Pria itu telah pergi dan tak kan pernah kembali. Dan pria itu tak kan pernah dapat kumiliki

Puluhan Tahun Kemudian
Selama puluhan tahun lamanya, aku selalu menolak pria-pria pilihan Ibuku. Aku masih setia mencintainya. Kini rambutku sudah berwarna dua. Hitam dan putih menyatu menjadi abu-abu. Aku masih sering menerima undangan pesta pernikahan dari kerabat dan kawan-kawanku. Hingga kini, aku masih sendiri. Sendiri memendam dan mengubur rasa cinta itu dalam-dalam. Berharap Ia dapat pudar seiring berjalannya waktu. Berharap cinta yang tulus itu dapat terkikis oleh waktu.

Sungguh, waktu telah membuktikan besar cinta kita berdua. Akankah semakin bertambah rasa cinta itu, ataukah pudar seiring bertambahnya waktu.

Namun sayang, diusiaku yang sudah tak muda lagi ini, aku masih sangat mencintainya. Masih menunggunya. terbayang-bayang aku pulang dari bandara dan pria itu datang menyambutku dengan bahagia. Hanyalah angan-angan semata. Bukan karena aku kehilangan pelukan dari ragamu, tapi karna aku kehilangan cinta dan hatimu. "Entah sampai kapan, hingga senja aku masih menunggumu. Entah karna aku setia kepadamu, ataukah aku terlalu dungu. Aku akan slalu menunggumu"

Aku selalu menuruti Ibu. Hingga ujung masa senjaku. Aku masih hidup berdua bersama Ibuku. 

Entah aku harus berbuat apa, Tuhan, namun izinkan aku untuk sekali saja memilih dalam hidupku. Izinkanku agar aku dapat memiliki sebuah pilihan saja, sebuah pilihan yang berasalkan dari hati nuraniku. Bukan pilihan Ibu, atau bukan pilihan siapaun. Izinkan aku memilih, Tuhan. Aku ingin mencintainya seuumur hidupku



*Sebuah Puisi Dinda yang tersimpan puluhan tahun lamanya, untuk Pria yang dicintainya itu. dan tak ada seorang pun yang membaca.*
Kamu..
Melihatku seperti langit sore 
Begitu samar dengan bayangan
sedikit demi sedikit menghilang
Menjauhiku seperti tak pernah mengenalku
Membelakangi semua kisah indah
yang pernah dilalui bersama
Kemudian..
Kamu menyebutku.
Masa lalu

Monday, 17 June 2013

Review Kuliah Sosio Etika 2013, 5111100201

Penulis : Ika Ayu Rahmania Islam
NRP    : 5111100201
Kelas  : B
Sebuah Catatan, Kuliahku di Sosio Etika

TESTIMONIAL
Perkuliahan Tamu sosio etika ini sangat menyenangkan, inspiratif, tidak membosankan dan sangat berkesan. Banyak ilmu dan pengalaman berharga yang didapat dari perkuliahan ini. Banyak hal dari luar yang tidak didapatkan di bangku kuliah, namun secara langsung bisa didapatkan pada perkuliahan tamu ini. Semoga tahun depan perkuliahan tamu ini tetap berjalan selanjutnya, karena saya ingin mengikuti perkuliahan tamu yang akan diadakan. :)
Materi-materi yang diberikan sangat menarik, tentang wawasan dan persiapan bagaimana IT di dunia pekerjaan, etika-etika pada bidang IT, about Public Speaking, tentang menggapai mimpi melalui belajar di luar negeri. macam-macam dan menarik :) Sudah gratis, dapat banyak ilmu

3 MATERI YANG BERKESAN
3 materi yang sangat berkesan dan akan teringat selalu apa yang telah disampaikan, adalah : 
1.) Public Speaking As Your Complementary Qualification
Pada pertemuan perkuliahan tamu ini, Pak Rio sungguh sangat berkesan. Banyak hal yang beliau sampaikan, dan masih begitu teringat jelas dalam ingatan :) , Beliau menyampaikan bagaimana sih cara mudah berbicara di depan umum itu. Ada beberapa tipe bagaimana agar apa yang kita sampaikan dapat berkesan bagi seseorang, yaitu : Tanamkan pesan, rebut perhatian, ramah, dll. Pak Rio menyajikannya sangat sangat menarik. Ilmu dan pengalaman saat itu Alhamdulillah, tidak terlupakan dan InsyaAllah menjadi bekal di kemudian harinya agar tidak cangguh berbicara di depan umum. Terimakasih, teman-teman panitia 
2.) IT dalam pemerintahan 
Wah ini materi yang sangat-sangat menarik menurut saya. Saya ingin sekali bekerja dalam bidang pemerintahan, jadi disini saya benar-benar mendapatkan gambaran bagaimana sih IT di pemerintahan. Ternyata benar seperti dugaan saya, bidang pemerintahan tidak selalu menempatkan posisi sesuai kemampuannya, melainkan membuka berdasarkan kebutuhan. Harapan saya, saya ingin seperti bapak yang menyampaikan Materi ini :) bisa membantu masyarakan dan pemerintah dalam kebutuhan IT, karna saya yakin sektor Pemerintahan juga butuh para ahli bidang IT. Terimakasih, teman-teman panitia 
3.) Preparing your future with Study Aboard 
materi selanjutnya yang berkesan bagi saya adalah pertemuan terakhir dari perkuliah tamu ini, karena materi ini sangat informatif dan menarik :) . Apalagi materi ini disampaikan oleh Bapak-bapak dosen tercinta yang telah berpengalaman lebih dulu dalam berjuang dalam 'Study Aboard'. dalam materi ini, Bapak memberika tips-tips, berbagi pengalaman, dan bercerita bagaimana tips agar dapat belajar di luar negeri, apa saja yang harus dipersiapkan, bagaimana cara beradaptasi, mengapa kita perlu belajar di luar negeri dan sebagainya. Materi ini sangat menginspirasi saya. Terimakasih, teman-teman panitia

KRITIK DAN SARAN
Saran saya semoga perkuliahan tamu Sosio Etika ini menjadi suatu metode pembelajaran Sosio Etika yang tetap :) , karena sistem pembelajaran yang unik, menarik, tidak membosankan, dan mudah diingat bagi para mahasiswanya.
Kritik saya , untuk panitia penyelenggara acara hendaknya juga ikut memperhatikan dan menyimak materi :)

USULAN MATERI
Bapak, Ibu yang saya hormati. materi sosio etika selain memenuhi tentang bagaimana persiapan kami di dunia pekerjaan, saya mempunyai saran bagaimana bila Materi sosio etika juga berhubungan dengan sosio sosio etika di setiap bidang IT, misalnya seperti pada pertemuan Materi "IT dalam Pemerintahan", atau IT dalam Kesehatan, IT dalam Kelautan, IT dalam Kemiliteran. Sehingga kami mendapatkan informasi tentang Luasnya dunia bidang IT yang dibutuhkan di semua bidang, dan IT tidak hanya berada dalam lingkup pada sebuah software house :). Karena, kini begitu banyaknya para lulusan IT yang bekerja di dunia software house dan masih sedikit yang terjun untuk berperan membantu bidang yang lain

CURHAT
sebagai peserta, saya bersemangat sekali jika hari jumat pagi. karna akan ada perkuliahan tamu yang begitu. Saya ingin hadir lagi bila ada perkuliahan tamu yang diadakan oleh peserta soset tahun depan :)
sebagai panitia, Alhamdulillah saya bangga dan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran dalam membuat suatu acara, kuliah tamu. mungkin, ada sedikit kendala yang lumayan melelahkan, yaitu pada perizinan. Perizinan tersebut sempat mengalami penundaan karena kelompok sebelumnya belum melakukan laporan petanggungjawaban. hingga waktu yang tersisa begitu singkat. Semoga menjadi pembelajaran dan pengalaman di kemudian hari. Namun, syukur alhamdulillah disamping itu acara kuliah tamu tetap dapat berjalan dan berlangsung dengan baik :)

Friday, 10 May 2013

Ujian Hati




Setiap manusia pasti pernah mengalami ujian di hatinya. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi sebuah ujian yang datang kepada kita dan apa sebenarnya tujuan Tuhan memberikan ujian hati kepada manusia.

Siapa diantara kita yang hatinya tidak diuji? Dengan masalah-masalah yang dilihatnya besar sekarang, yang dalam tahun depan atau dua tahun kedepan dilihatnya sangat kecil. Berita baiknya adalah
Hanya orang yang hatinya baik, yang diuji”. 
Orang yang hatinya tidak jujur akan cepat memutuskan ketidakjujuran tanpa tersiksa. Dan hanya orang baik yang akan ragu-ragu untuk memutuskan ketidak jujuran walaupun kebutuhannya sangat mendesak.
Karna hati yang baik akan membawa kehidupan yang baik
Permasalahannya adalah : Orang yang diuji hatinya, cenderung merasa tersiksa bahkan bisa menjadi seseorang yang sedih. Lalu kesedihan ini apakah tanda bahwa kita sedang diuji?
Karna kita tahu bahwa kita sedang diuji, bahwa kita orang baik yang merasa kadang-kadang diperlakukan tidak adil. Kita melihat kenikmatan orang lain dibanding penderitaan kita, melihat kelebihan orang lain dibandingkan dengan kesulitan kita, sehingga kita merasa sedih karna sebagai makhluk kecintaan Tuhan kenapa aku dibedakan? Mengapa aku orang yang baik kok rezekiku belum baik? Kenapa aku yang unyu-unyu ini belum diinginkan?. Berita baiknya adalah yang sedih ini selalu orang yang hatinya baik. Karena
no matter how sad it is, betapapun sulitnya, betapapun sedihnya, anda harus tetap melakukan yang baik.
 Itu sebabnya kita diuji. Betapapun sulitnya memutuskan, betapun sedihnya kita tahu harus melakukan yang baik. Nah pasti ada sesuatu yang kelihatannya mudah tetapi tidak baik yang bisa menggantikan keputusan baik, itu sebabnya perubahan itu adalah meninggalkan kebiasaan buruk, dan kalau ada orang dilema dalam meninggalkan kebiasaan buruk berarti selama ini dia menikmati sesuatu dalam kebiasaan buruk. Sehingga untuk pergi ke kebiasaan baru yang baik itu dia tersiksa, karna belum tentu ada kenikmatan yang sama di tempat yang baik. Itu sebabnya kita diuji hatinya apakah kita betul-betul bersedia berpihak pada yang baik. Dan perlu diingat bahwa
tidak ada kebaikan, diluar yang baik

apakah ujian hati sama dengan ujian iman ?
Hati kita itu penghubung kita dengan Tuhan. Pikiran kita yang menyimpan ilmu, dan ada mata yang digunakan untuk melihat perilaku Tuhan. Kita tidak akan mampu melihat Tuhan dengan apapun, tetapi perilaku Tuhan dapat kita lihat dengan pikiran. Tumbuhnya anak, tumbuhnya tanaman, bergeraknya udara, itu semua perilaku Tuhan. Dan hati ini penghubung. Itu sebabnya orang yang harapannya putus, seolah-olah hubungannya dengan Tuhan putus. Hanya kita yang merasa tidak dekat. Jadi masalah hati bergejolak ini kadangkala membuat kita berprasangka. Dan prasangka ini dapat merusak keberserahan pada Tuhan


anda melihat diri anda sebagai pribadi baik yang patuh kepada orang tua dan taat beribadah, tapi rezeki masih belum baik. Kira-kira mengapa?
  1. Kurang sedekah .sedekah adalah sarana, cara. Sebetulnya bukan kepada apa yang kita berikan, tetapi kepatuhan kepada ketetapan. Tuhan menetapkan memberilah sebagian rezekimu kepada orang lain yang kurang. Sedangkan yang dapat disedekahkan dapat berupa ILMU, TENAGA, HARTA. Memberilah supaya kita diberi.
  2. Suka berprasangka buruk . jika anda menyerahkan diri anda kepada Tuhan, anda akan menjadi milik Tuhan, dan sekaligus anda dapat menikmati milih tuhan. Orang yang berserah diri pada Tuhan, dapat menikmati matahari seperti memilikinya. Banyak orang tidak bisa menikmati pemandangan laut, karna sertifikat laut bukan milik dia. Berserah kepada Tuhan itu menjadikan kita supaya kita dizinkan untuk dapat menikmati semua milik Tuhan. Dan berprasangak buruk tadi menakar-nakar keberserahan diri kepada Tuhan. Orang yang telah berserah diri pada Tuhan, ia tidak akan berprasangka karna dia berkata. “ini memang sulit, ini memang menyedihkan, ini merugikanku, tapi tidak ada niatku kecuali memuliakanMu. Tugasku adalah bertahan dalam kesedihan ini sebentar. Bekerja dalam kesedihan ini sebentar. Tetap berharap dalam kesulitan ini sebentar. Karna tidak mungkin aku disedihkan tanpa rencana pembahagiaan”. itu
  3. Upaya yang kurang tepat.banyak orang dalam kehidupan ini sudah sibuk tentang sesuatu yang salah, melakukan sesuatu yang salah, ditempat yang salah. Misalnya gaji kecil tidak naik-naik sudah lama, pangkat rendah tidak naik-naik, kalau gajian sambil diomeli (digaji khusus untuk dimarahi). 
    banyak orang dalam kehidupan ini sudah sibuk tentang sesuatu yang salah, melakukan sesuatu yang salah, dengan cara yang salah, dihargai dengan rendah tapi tidak menggerakkan dirinya karna dia tidak berserah, karna dia menganggap tidak ada rezeki Tuhan ditempat lain. Padahal reseki Tuhan tersebar di muka bumi. Menerima yang sudah diberi itu harus, tapi pastikan anda berdiri di tempat yang pemberiannya besar. “Miracles are for the brave, keajaiban itu untuk orang2 yang brani”
Betapapun sedihnya, anda harus melakukan yang baik

Hidup ini bagaikan facebook. Ada like dan dislike, bagaimana caranya untuk meminimalisir orang-orang yang tidak suka dengan kita? Dan bagaimana caranya untuk menanggapi orang-orang yang mendzalimi kita?
Kualitas kehidupan itu ditentukan oleh kualitas hati. Tapi kualitas hati ditentukan oleh kualitas pikiran. 
 Itu sebabnya Tuhan meningkatkan derajat orang-orang berilmu beberapa tingkat. Karena orang-orang berilmu menggunakan pikirannya, mengendalikan ketepatan rasanya sehingga ia bertindak dengan tepat

Orang tua saya sangat menentukan kriteria pasangan anaknya, tapi disatu sisi orang tua juga tidak menentukan secara langsung pasangan anak-anaknya. Jadi kita bebas menentukan siapa saja yang kita pilih untuk jadi pasangan hidup. Tapi ketika kita sudah merasakan klop dengan satu orang, ada kalanya orang tua saya ini tidak setuju. Kita jadi bingung, apakah kita ingin bersikukuh dengan pilihan kita inginkan tanpa memikirkan persaan orang tua atau kita memikirkan perasaan orang tua dan mengorbankan perasaan kita sendiri?
Jangan buat orang tua ragu bila kita sendiri belum tepat dalam memilih. Jadi, jika ingin dipercaya kita itu harus tampil pantas dipercaya. Bukan pada argumentasinya, bukan meyakinkan orang tua, tetapi kepada menjadi pribadi yang bisa percaya dulu bahwa orang tua adalah tester pertama. Kalau orang tua percaya, semua orang bisa percaya, karna orang tua tahu kelemahan kita. Kalau tahu kelemahan kita dan masih percaya, maka semua orang akan percaya            
                                                                                          
bagaimana cara kita agar hati bisa saling berjalan beriringan dengan logika kita?
Masalahnya hati kita punya logika sendiri. Logika pikiran dengan logika hati kita berbeda. Logika pikiran itu mengenai yang benar, salah, untung atau  rugi. Logika hati yaitu tentang senang dan tidak senang, bahagia dan sedih. Sehingga pikiran mengatakan rugi, tapi senang. Pikiran mengatakan pria seperti ini penipu cinta, tapi hati kita bilang “aku terlanjur, terlanjur sayang”. Lalu biasanya yang menang pikiran atau hati? Berarti semua masalah kehidupan itu dihati. Tetapi itu bukan masalahnya, itu hanya alaramnya.
Setiap masalah itu ada karenanya, kalau kita mengerti KARENANYA maka kita TAHU UNTUK APA. 
Maka kalau ingin hati dan pikiran berjalan, biarkan mereka berjalan bersama-sama. Itu berarti hati menurutlah pada pikiran yang baik, bukan pikiran baik yang disuru mengalah pada hati yang maunya hanya enak.  
Hati, menurutlah pada pemikiran yang baik
semangat dalam hati manusai itu pasti naik turun. Bagaimana caranya agar tetap naik dan naik terus?
hati itu naik turun. Jadi tidak ada orang yang hatinya stabil. Yang ada adalah orang yang menjaga penampilan wajah, kualitas suara dan gerakan tubuh seperti dalam sebaik-baiknya perasaan. So bagaimana cara menjaga hati yang naik turun? BIARKAN.
Tugasku hanya melakukan sebaik-baiknya, apapun perasaanku
bagaimana cara untuk mengenal dari hakikat dari ujian hati? Dan bagaimana cara kita memperkuat hati ini ketika dilanda ujian?
Hakikatnya, segala sesuatu yang terjadi pada Anda itu bukan Anda. Your not what hapenned to you. Anda bukan yang terjadi kepada Anda. Banyak orang merasa minder karena yang terjadi kepadanya. Bangkrut, pikiran hati, perceraian, merasa minder. Ditinggal pacar, melamar ditolak, karena yang terjadi tidak baik bagi dia, dia merasa tidak cukup baik sebagai manusia. BUKAN. Yang terjadi pada kita bukan kita. Tetapi, ini hakikatnya, kalau kita ingin jadi orang yang mulia, itu reaksi kita pada yang terjadi. Apapun yang terjadi, itu bukan keburukan kalau reaksi anda BAIK. Itu hakikatnya. Jadi sebetulanya semua ujian, adalah kesempatan untuk menjadi baik. So ujian hati itu cantik sekali, karena  
setiap kejadian yang terjadi, kalau mengganggu hati, adalah perintah untuk membaikkan hati
apakah menjaga perasaan orang lain tapi hati sendiri terlukai adalah sebuah ujian atau kelemahan?
Menjaga perasaan orang lain itu bukan ujian dan bukan juga kelemahan. Itu kemuliaan. Terkadang kita pernah mendengarkan sebuah anak muda mengatakan  
“Pak mario bisanya ngomong aja. Atau hidup ini tak semudah kata –kata mario teguh. “, atau “Pak mario aku ini susah.  Yu enak aja ngomong “
tidak ada yang mengatakan bahwa hidup itu mudah.
Tapi kalau kau abaikan nasehat yang baik, hidupmu akan sulit. Yuk jadi orang apapun yang terjadi, tetap jadi orang baik.


Ketika hati kita merasa tidak nyaman, atau merasa sedih, tentunya kita ingin segera lepas dari ketidak nyamanan dan menjadi pribadi yang lebih bahagia. Tapi kadang-kadang itu sulit didapat, karna kesedihan sepertinya terus datang dari berbagai arah. Apa yang harus dilakukan ?
Kesedihan itu cerita anak manusia yang paling dominan. Semua bercerita, dibuku manapun ada kesedihan disana. Siapa yang paling bersedih dalam cerita Romeo dan Juliet ? yang membaca. Cinta yang sejati adalah bukan cinta romeo dan juliet, tapi cintanya kakek dan nenek yang menua bersama-sama hidup panjang. Bukan mengakhiri hidup, karna cinta yang tidak ideal. Sederhananya kakek dan nenek dikampung itu yang tidak bersekolah, namum membesarkan anak-anaknya menjadi pengusaha di kota, itu cinta yang sesungguhnya
Kesedihan itu memang ada didalam kehidupan kita. Tetapi SADNESS is the second best preparation for HAPPINNES. Kesedihan itu adalah persiapan kedua terbaik untuk mencapai kebahagiaan. Dan HAPPINES is the best preparation for happines
Kalau bisa bahagia bahagialah, karna itu persiapan terbaik untuk menjadi berbahagia. Kebahagiaan itu masalah keputusan
Putuskan untuk berbahagia walaupun sedang bersedih
dan itulah yang dikagumi Tuhan, seseorang yang memiliki hak untuk menangis meraung karna kesedihan, karna penghianatan, tapi dia memutuskan untuk berbahagia. Karna ia bilang
 “ini sakit Tuhanku tetapi kebahagiaanku seimbang dengan sakitnya hatiku. Maka aku memilih untuk berbahagia”

Kesimpulan

Derita hati itu ada tujuannya. Tidak mungkin tuhan itu menciptakan sesuatu tanpa maksud. Tuhan tidak membuat kesalahan didalam penciptaannya. Derita hati itu untuk melunakkanmu, melembutkanmu. Kalau orang yang sedih cenderung lebih mudah mendengar sekarang, untuk mengumpulkan sudut-sudut tajam di hati kita. Terima kesedihan itu menjadi penggali reservoar, penampung besar di hati kita.
Hati itu pembawa kehidupan. Mulailah dengan hati kecil yang baik. Ikhlaslah dalam mendahulukan yang baik, memutuskan yang baik, bertahanlah dalam kebaikan, setia menjadi orang yang benar itu disebut integritas.
Jadi

...Selama kita hidup tidak ada hukuman....maka yang terjadi walaupun tidak enak rasanya adalah ujian...dan ujian adalah pemberitahuan...untuk segera memutuskan yang baik bagi kita....


Wednesday, 1 May 2013

Sebuah kepingan rubik

seperti sebuah rubik dengan sisi belahan warna warni
begitu indah hendak diselesaikan
untuk menjadi sempurna

rubik ini tak selalu tersenyum
rubik ini butuh waktu
pada tangan-tangan yang memainkannya
rubik ini butuh waktu
pada setiap harapannya untuk menjadi sempurna

rubik ini ingin sempurna

 namun, pada perjalananya
rubik ini hancur
rubik ini menjadi kepingan-kepingan yang terhamburkan
entah bagaimana aku akan dapat merangkainya
utuh membentuk empat bujur sangkar

rubik ini terlanjur hancur
menjadi potongan-potongan yang tak saling terkaitkan
entah bagaimana aku dapat membentuknya kembali
seperti sedia dulu kala

rubik ini hancur, kawan
rubik ini telah hancur
ia begitu tercerai berai saling terhancurkan
entah bagaimana aku harus memulainya
entah bagaimana aku harus menimbun rasa
untuk membentuknya kembali
kokoh menjadi rubik bujur sangkar

aku tak mampu menyatukan kepingan-kepingan itu
aku tak mampu
aku hanya termenung, terdiam
melihat kehancuran itu
sambil menerima
kepingan-kepingan rubik itu

sebuah kepingan rubik ini, entah bagaimana aku harus memulainya
aku tak mampu

jangan pernah bertanya, siapa yang telah bersalah
sebuah rubiknya
ataukah seseorang yang telah memainkannya
aku hanya mampu melihat kepingan rubik itu, kawan
aku tak lagi mampu merangkainya
aku tak mampu lagi memperbaiki, semuanya

*) ayufow-Penulis




*Puisi-Sebuah kepingan rubik

karya puisi Sebuah kepingan rubik merupaka sebuah puisi analogi yang menggambarkan keadaan. dalam mengungkapkan suatu perasaan memang tidak harus secara eksplisit bisa diungkapkan, namun bisa juga melalui cara implisit agar mengajak para pembaca memvisualisasikan apa yang sedang kita rasakan.
Puisi diatas sebenarnya bermulai dari sebuah kalimat isi hati sebagai berikut
" Semua telah hancur berantakan. dan aku tidak bisa memperbaikinya."
disambung lagi dengan kalimat
"Ibarat aku bermain sebuah rubik. aku membentuknya berkali-kali untuk menjadi sempurna. sisi belahan warna yang sama. tapi apa yang terjadi. rubikku hancur. hancur berantakan."
"sekarang aku hanya mampu melihat kepingan-kepingan rubik itu. aku tidak mampu membentuknya kotak kembali. semua sudah hancur. aku hanya mampu melihar kepingan-kepingan rubik itu"
ya, mungkin ini adalah rasa yang paling dalam dari sebuah keadaan yang dirasakan. kondisi dan suasana yang menghimpit, dan serba berantakan. bahkan gagal. seseorang disini tak mampu memperbaikinya lagi. seseorang disini sudah sering berusaha berupaya dalam merangkai kepingan ini menjadu bentuk utuh lagi. namun apa daya, ia tetap tak mampu. rubik hanyalah jadi kepingan rubik
ia tak lagi mampu, untuk merangkainya
ia tak lagi mampu untuk memperbaiki semuanya