ada banyak rasa saat coding. ada keringat dan air mata dalam mencoding. keringat saat kau berusaha menyelami makna dalam setiap ilmu coding. dan air mata disaat tiada orang yang dapat membantumu, ketika program dalam keaadaan bugging. apapun rasa dalam mencoding. cobalah untuk mengerjakan sendiri. sampai kau bisa. dan benar-benar bisa.
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, 18 July 2014

Sekadar Seperti Layang-Layang


Aku ingin menjadi Elang
dengan gagah mengangkasa terbang
hingga semua makhluk hidup pun memandang
Tapi kata induk, Aku tak boleh jadi Elang
katanya aku tak boleh hanya bisa terbang
aku harus jadi lebah diantara ilalang,

Aku ingin menjadi Kumbang
hitam legam menawan mengembang
cepat gesit lari menerjang
Tapi kata induk, Aku tak boleh jadi Kumbang
katanya aku tak boleh hanya bisa lari menerjang
aku harus jadi madu beruang,

Aku ingin menjadi Kutilang
bernyanyi indah di atas pohon yang rindang
Tapi kata induk, Aku tak lagi boleh jadi Kutilang
katanya aku tak boleh hanya bisa berdendang
aku harus menjadi dara yang terbang

Walau usiaku kini matang
aku takkan boleh jadi Elang, Kumbang, atau Kutilang
namun aku juga tak jadi seperti
lebah, beruang, atau dara yang bisa terbang
aku hanya seekor burung kecil yang tak bisa terbang
dengan sebelah sayap
yang patah lalu menghilang
karna asanya selalu hilang
saat ingin menjadi Elang, Kumbang, dan Kutilang

Mungkin, aku hanya jadi sebagian kecil 
dari asa-asaku
aku bisa berjalan, tapi tak segagah Elang yang rupawan
aku bisa melompat, tapi tak dapat berlari sekencang Kumbang
dan aku bisa bersuara, tapi tak seindah sang Kutilang

Andai, indukku tahu

betapa begitu sangat mudah 
apa yang aku inginkan

Aku hanya ingin bisa terbang
sekadar seperti layang-layang
bebas kemana ia ingin terbang
sejauh angan layang-layang
tapi tetap masih bersama sang penyayang,

karna hidup adalah ketika setiap insan yang bernyawa
akan menjalaninya masing-masing
karna hidup adalah ketika setiap insan yang bernyawa
berhak ingin menjadi bagaimana
entah hendak pergi setinggi apa angkasa
entah bagaimana ia mewujudkan asa-asanya
karna hidup adalah ketika setiap insan
akan menjalaninya masing-masing

Aku hanya ingin bisa terbang,
sekadar seperti layang-layang
kumohon sekali saja 
biarkan burung kecil itu terbang melayang
karna kebahagiaan adalah, ketika insan yang bernyawa
hidup menjadi dirinya
terbang sejauh sebesar asa-asanya
namun tetap dekat dengan sang penyayang.

-Penulis-
Ramadhan Dua Empat Belas
Di Suatu Malam yang berharap Ia dapat bebas terbang
Sekadar seperti Layang-layang


Tuesday, 4 February 2014

sajak pagi, sampaikan maafku

-sajak pagi-
aku terbangun dan teringat tentangmu
aku menghujatmu semalam
aku benci padamu,
aku marah padamu,
terlanjur hatiku kecewa padamu,
semalam

-sajak pagi-

aku tersadar sesuatu
ku tulis sajak pagi untukmu
andai, waktu mempebolehkan aku untuk
bertemu kepadamu
aku ingin menyampaikan sesuatu
sajak pagi, sampaikan kabar lubuk hatiku 
dalam diam aku masih mencintaimu

aku merindukanmu dibalik kebencianku

dan dibalik bibir yang berkata 'aku tidak perduli lagi' padamu
sesungguhnya, 
ada rindu disetiap pagi untukmu 
dan dibalik setiap aku menghujatmu
sungguh tak menentu. 

-sajak pagi-

semoga sajak sampaikan isi hatiku
ada rindu disetiap kebencianku, padamu.



-Penulis-
di sutau pagi hari
kutulis sajak pagi untukmu
semoga kau memaafkanku

Wednesday, 15 January 2014

Untuk Ibu dirumah

Aku rindu padamu, Bu
entah sejak kapan aku merasakan
padahal aku selalu berada didekat ibu

Aku rindu padamu, Bu
kuhabiskan malam-malam diluar tanpa Ibu
tak kupejamkan mata hingga dini hari
hingga dini hari, esoknya

Aku rindu padamu, Bu
lelah letih rasa pundakku
tak kubasuh batang hidungku
sendiri sepi menemaniku, tanpa Ibu

Aku rindu padamu, Bu
aku ingin cepat-cepat pulang
ingin cepat memeluk Ibu
bersimpuh melepas kerinduan
bercerita tentang masa depan

Aku lelah, Bu
sudah berapa malam
tak kupejamkan mata dan raga
menahan lapar dahaga
meninggalkan Ibu sendiri disana
tak kusentuhkan kakiku disana

:)
Aku rindu padamu, Bu
dalam setiap heningnya malam
aku berdoa untukmu
kutahan sesak pilu merindukanmu
karna kutahu, Bu
ada yang harus dibayar dari sebuah kesuksesan
Perjuangan, Bu
aku harus tetap berjuang

Aku rindu padamu, Bu
semakin berlinang air mataku
mendengar suara Ibu
lewat surat layang
aku ingin pulang, Bu....

Penulis,
Kampusku, Di kala suatu malam
mengerjakan Final Project

Sunday, 3 November 2013

Bahkan, ku tak tahu siapa aku


Aku tak tahu, Siapa aku
juga siapa kamu
Aku selalu bertanya pada diriku
Mengapa aku sangat mencintaimu
Terlalu dalam perasaan ini
Hingga ku tak mampu melogika
Ini itu

Aku tak tahu, Siapa aku
Aku menghabiskan air mataku berbulan-bulan karnamu
Menangisi setiap detik kepergianmu
Dan memaksa air mataku bersembunyi
Saat aku rindu pada kenangan

Aku tak tahu siapa aku
Begitu buta tulinya aku
Mengorbankan semua waktu dan perasaanku
Untukmu,
Yang tak kutahu masih banyak seseorang yang lain
Dibelakangku

Tidak kah kau tahu,
Disaat kau tertawa bahagia
Menuai mekarnya cinta yang baru
Aku menangis karnamu
Tidak kah kau tahu,
Disaat kau menggenggam erat tangan yang lain
Aku menanam setia kepadamu

Tak sedikit pun kau tahu, pengorbananku
Tak sedikit pun kau ingat masa lalu, tentang kita
Siapa yang telah menggenggam erat tanganmu
Ketika kau terjatuh
Siapa yang masih saja peduli terhadapmu
Ketika kau terjatuh

Aku, ataukah dia yang baru
Bahkan kau tak pernah mahu tahu

Aku tak tahu siapa aku

Di malam hari, 3 nopember 2013

Terasa sesak dan pilu

Tuesday, 29 October 2013

Andai sajakku ini dibacanya,


Disuatu ketika,
suatu detik waktu
suatu masa tertentu
Aku sangat membencinya
Aku sangat kecewa terhadapnya
bahkan, aku pernah menyesali pertemuanku
aku pernah berharap tak pernah mengenalnya

tetapi,
apapun itu
suatu ketika
suatu detik waktu
atau suatu masa tertentu
sesungguhnya lisanku bertentangan dengan kata hatiku

apapun masa dan waktu itu,
aku tak pernah benar-benar membencinya
aku tak pernah benar-benar kecewa terhadapnya
sesakit apapun hatiku karnanya
sebesar apapun kecewaku terhadapnya
aku tak pernah benar membencinya

andai kau baca sajakku ini,
aku ingin menyampaikan hal terdalam dihatiku
aku sangat mencintaimu
begitu besar sayangku padamu
hingga sebesar apapun kecewaku
aku tak pernah bisa membencimu

aku ingin kau tahu
aku selalu mengingat nasehatmu
aku selalu ingat katamu saat kau marah
aku selalu ingat sedihmu terhadapku
aku, selalu teringat tentangmu
dalam kediaman sela-sela nafasku

andai kau tak pernah membaca sajakku ini,
aku hanya ingin kau tahu
semoga angin membisikkanmu sesuatu
semoga hujan meneduhkanmu untuk sesuatu
dan semoga alam memberitahumu, sesuatu
bahwa aku tak pernah benar membencimu
aku selalu mengingatmu
hingga dalam merindukan amarahmu
aku menangis pilu
sendu membisu
tiada orang pun tahu

Di suatu waktu, 29 Oktober 2013
dalam lamunan aku merindukan amarahmu

Friday, 18 October 2013

Ketika Kusadari Apa arti kuliahku


Aku baru mengerti, hakikat sekolah dan pendidikan
sekolah dan pendidikan bukanlah sekedar sarana formalitas
bukanlah kegiatan yang memaksakan
dan bukanlah sebuah masa yang hanya mengajarkan isi buku saja
tetapi pendidikan adalah dasar dari pembelajaran kehidupan
menyiapkan kematangan kepribadian
dan memapankan mental

Aku baru mengerti hakikat sekolah dan pendidikan
melihat mereka kawan-kawan seperjuangan almamaterku
adalah mereka yang menyelami sekolah dan pendidikannya dengan keikhlasan
adalah mereka yang memulai jihadnya dalam pendidikan dengan keikhlasan
adalah mereka yang tak pernah memandang untung ruginya ketika menuntut ilmu
adalah mereka yang selalu beristiqomah dan ikhlas dalam menempuh pendidikan
mereka, yang perjalanannya disebut tak mudah

Aku baru mengerti hakikat sekolah dan pendidikan
bagian dari perjalanan dan perjuangan hidup
hingga suatu hari aku bertemu pria seorang BUMN
yang memberi kesan tersendiri
tentang sebuah perjuangan dan kerja keras semasa kuliah
Aku baru mengerti,
Kuliah bukanlah sebuah pendidikan yang berdasarkan pada isi buku saja
Tetapi pada menyiapkan mahasiswa pada dunia pekerjaan

maka selagi engkau masih dalam perjuangan perkuliahan
Belajarlah dengan penuh kesungguhan
Tangkaplah setiap makna dan arti
Dengarkan dengan segala kerendahan hati
Dan ikhlaslah dalam setiap memulai
Maka ilmumu akan begitu berarti
Siap menuju pada medan yang sesungguhnya,
Dunia pekerjaan


-Di suatu kota, 18 Oktober13-

Thursday, 10 October 2013

Malam, dengan puisinya yang kurajut tanpa air mata

Malam ini, aku sangat ingin menangis. Ketika tak ada tempat lagi untuk bercerita. Ketika tak ada lagi ruang dan waktu untuk meneteskan air mata. hanya puisi inilah yang dapat menceritakan ketika air mata tak mampu lagi berbicara. hanya puisi ini yang dapat aku tulis..


Cobalah, melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda
Bahwa tak selamanya apa yang kau rasakan itu benar
bahwa tak sepenuhnya apa yang dilakukannya adalah selalu salah
bisa jadi, kamu menduga duga atas apa yang belum tentu benar
yang semestinya ia telah melakukan benar
bisa jadi, kamu memutuskan suatu keputusan
tanpa memahami bagaimana lubuk dalam perasaannya
Menangiskah ?
Menjeritkah ?
kamu tetap tidak perduli
bagaimana bila kamu yang berada di posisi dia
belum tentu ketabahan dan ketegaran akan selalu menemanimu

Jangan terus menerus mencaci atau bahkan memaksanya
sesuatu yang, seharusnya memang fitrah manusia
untuk mencintai dan menyayangi
Jangan terus menerus memeranginya dalam diam
ia hanya manusia biasa, dengan segala kesederhanaan dan keluguan
hanya seorang manusia biasa
Jangan terus menerus membencinya
sepenuh setiap engkau mengingat keburukannya
bisa jadi, di lain tempat dan waktu
seorang yang kau benci itu, selalu mendoakan atas kebaikan-kebaikanmu
sedangkan kamu, masih terus menghujat dan membencinya

Cobalah melihat dari sudut pandang yang berbeda
bagaimana perasaanya dan cobalah mengerti sedikit saja
bisa jadi, dulu hingga kini ia masih membendung air matanya
yang bingung entah diceritakan kepada siapa
bisa jadi, semua harapan dan semangatnya patah
tanpa kau tahu bila rasanya seperti bunga yang dipetik tangkainya
tak layu namun mati
tanpa kau tahu bila rasanya seperti burung dengan sebelah sayap
tak mati namun hilang ditelan peradaban
cobalah melihat dari sudut pandang yang berbeda
bagaimana.. rasanya..

11-Oct-13

Wednesday, 1 May 2013

Sebuah kepingan rubik

seperti sebuah rubik dengan sisi belahan warna warni
begitu indah hendak diselesaikan
untuk menjadi sempurna

rubik ini tak selalu tersenyum
rubik ini butuh waktu
pada tangan-tangan yang memainkannya
rubik ini butuh waktu
pada setiap harapannya untuk menjadi sempurna

rubik ini ingin sempurna

 namun, pada perjalananya
rubik ini hancur
rubik ini menjadi kepingan-kepingan yang terhamburkan
entah bagaimana aku akan dapat merangkainya
utuh membentuk empat bujur sangkar

rubik ini terlanjur hancur
menjadi potongan-potongan yang tak saling terkaitkan
entah bagaimana aku dapat membentuknya kembali
seperti sedia dulu kala

rubik ini hancur, kawan
rubik ini telah hancur
ia begitu tercerai berai saling terhancurkan
entah bagaimana aku harus memulainya
entah bagaimana aku harus menimbun rasa
untuk membentuknya kembali
kokoh menjadi rubik bujur sangkar

aku tak mampu menyatukan kepingan-kepingan itu
aku tak mampu
aku hanya termenung, terdiam
melihat kehancuran itu
sambil menerima
kepingan-kepingan rubik itu

sebuah kepingan rubik ini, entah bagaimana aku harus memulainya
aku tak mampu

jangan pernah bertanya, siapa yang telah bersalah
sebuah rubiknya
ataukah seseorang yang telah memainkannya
aku hanya mampu melihat kepingan rubik itu, kawan
aku tak lagi mampu merangkainya
aku tak mampu lagi memperbaiki, semuanya

*) ayufow-Penulis




*Puisi-Sebuah kepingan rubik

karya puisi Sebuah kepingan rubik merupaka sebuah puisi analogi yang menggambarkan keadaan. dalam mengungkapkan suatu perasaan memang tidak harus secara eksplisit bisa diungkapkan, namun bisa juga melalui cara implisit agar mengajak para pembaca memvisualisasikan apa yang sedang kita rasakan.
Puisi diatas sebenarnya bermulai dari sebuah kalimat isi hati sebagai berikut
" Semua telah hancur berantakan. dan aku tidak bisa memperbaikinya."
disambung lagi dengan kalimat
"Ibarat aku bermain sebuah rubik. aku membentuknya berkali-kali untuk menjadi sempurna. sisi belahan warna yang sama. tapi apa yang terjadi. rubikku hancur. hancur berantakan."
"sekarang aku hanya mampu melihat kepingan-kepingan rubik itu. aku tidak mampu membentuknya kotak kembali. semua sudah hancur. aku hanya mampu melihar kepingan-kepingan rubik itu"
ya, mungkin ini adalah rasa yang paling dalam dari sebuah keadaan yang dirasakan. kondisi dan suasana yang menghimpit, dan serba berantakan. bahkan gagal. seseorang disini tak mampu memperbaikinya lagi. seseorang disini sudah sering berusaha berupaya dalam merangkai kepingan ini menjadu bentuk utuh lagi. namun apa daya, ia tetap tak mampu. rubik hanyalah jadi kepingan rubik
ia tak lagi mampu, untuk merangkainya
ia tak lagi mampu untuk memperbaiki semuanya

Tuesday, 16 April 2013

Dalam Doa

















terkadang, waktu tak slalu dapat mempertemukan kita
terkadang, momen tak pernah tepat menyatukan kita

tetapi,
bila hati ini merindukanmu
akan kupeluk kau dalam doa
ketika bibir ini tak mampu mengungkapkan rasa
akan kusebut kau dalam doa

dalam doa,
aku bisa melihatmu lebih dekat
dalam doa,
aku bisa menyapamu lebih dekat
biarlah Tuhan yang menyampaikan kepadamu
disetiap detik kurindu
biarlah Tuhan yang menyampaikan padamu
aku cinta

Penulis,
di suatu kala rindu

Monday, 15 April 2013

Seperti Daun Berguguran


Akhirnya, aku tahu rasanya daun berguguran
rasanya pohon yang tumbang
rasanya seekor burung yang tak bisa terbang

Aku ingin berlari menembus hujan
Menangis dibawah teteduhan pohon
tak seorang pun tahu
hanya aku dan alam yang tahu

Aku hanya ingin
sembunyikan air mataku dalam rerintikan hujan
karna ku tak ingin, seorang pun tahu
betapa sakitnya saat seperti daun berguguran

Penulis,
ingin ku gapai gunung dan hutan
hingga sedihku hilang
menembus hujan

Tanyaku padamu


Aku bertanya padamu
Bagaimana bila ...
kisahku dan kisahmu, hanyalah sebuah kenangan
Bagaimana bila ...
Janji-janji manis kita, hanyalah masa lalu
dan Bagaimana bila ...
Orang yang kau sebut masa depan itu, bukan aku
Masihkah kau menemaniku, disini ...

Mungkin kau tak tahu
Aku orang yang tak mudah untuk melupakan
Kau tak tahu
Aku orang yang tulus mencintaimu
Dan kau tak tahu
Aku orang yang sudah terlanjur menyayangimu
Bahkan ..
Aku sulit menghapus namamu, dihatiku

Sunday, 12 August 2012

Pintar


Pintar
Tak selalu harus jadi yang nomer satu
Tak selalu sempurna dalam segala hal
Alias Perfeksionis

Bagiku, Pintar adalah
Dimana Aku bisa belajar memahami
Dimana Pemahaman itu membuahkan hasil
Dimana Hasil itu dapat memberikan sebuah senyuman
Dimana Seyuman itu bisa memberikan memori
Dimana memori itu dapat kujadikan pedoman
Bagaimana Aku belajar
untuk mengerti...
dan memahami
sesuatu yang kata orang Pintar "itu mudah"
dan...
Jika Aku mengerti sesuatu itu
Maka Aku sudahlah menjadi Pintar


Oleh :
Ayufow

You #Cute Edition

Hey Cute,
While sound of beat is mute,
And everything break my mood,
I won't speak to rude,

Hey Cute,
I wanna tell a truth,
You are so cute,
Like my marmut :*


Oleh :
Ayufow












Hey Cute,
I wish star n moon could,
Cover this night from cold,
And let you sleep beauty as your cute,

Hey cute,
Don't worry about me Cute,
I'll keep my love I could,
And You're still be my Cute,
Good night Cute :)
 Oleh :
Ayufow












Hey Cute,
In warm I feel so cold,
Me and you seem so far rute,

Hey Cute,
I just whisper to you Cute,
I miss you Cute :*


I love you Cute


Oleh :
Ayufow

Saturday, 11 August 2012

Terimakasih

Terimakasih,
Kepadamu... yang Tersayang

Terimakasih telah menjadi kekasihku
dalam hanyut hayalku
di malam hari
Terimakasih telah menjadi sandaran hatiku
untuk menemaniku
dalam sunyinya hati ini
Terimakasih telah memberikan seyumamnmu
yang merindukanmu
pada hati yang gersang ini
Terimakasih telah menemaniku
dalam doaku kepadamu
untuk menjadi kekasihmu
Terimakasih telah mengizinkanku
untuk mencintaimu
tanpa harus kau tahu
Terimakasih..telah menjadi sosokku
yang ku cintai
dan tak kan terganti

Terimakasih,
Kepadamu... yang Tersayang

Aku akan slalu mencintaimu


Oleh :
Ayufow